Dayli Job

Saturday, January 17, 2009

Sejuk Jernih 2009

Menapaki tahun 2009 ini ,tercetus tag line "SEJUK JERNIH 2009 "...,maksudnya ? dengan kalimat ini akan memberikan sugesti kepada kita semua( penyiar,pendengar) untuk menatap dan berkarya di sepanjang tahun 2009 dengan pemikiran yang lebih fresh.Singkirkan semua kepalsuan ! yang kemaren telah berpura pura jadi teman padahal sebenarnya nusuk dari belakang,yang di depan manis manis,ternyata di belakang pahit,dan yang bermain di dalam selimut...maka di tahun 2009 ini mari kita memegang filosofi air,: yang mengalir dengan kejernihan ,merembet memenuhi persendian...

menyerap di pori pori dan dingin dalam berfikir ditengah hantaman persaingan yang begitu panas.Naluri manusia untuk bertahan hidup dalam interaksi sesama manusia ..mengharuskan ia untuk memiliki kecanggihan berfikir,tik tok dan responsif terhadap apa saja yang ia lihat,ia rasakan,ia dengar, ia sentuh.

Terusin Bacanya......

Sunday, September 2, 2007

Penyiar VS Broadcaster

Dewasa ini banyak sekali sekolah-sekolah yang mengarah pada bidang broadcasting, radio khususnya. Banyak sekali wisudawan-wisudawati yang telah lulus dari sekolah tersebut, dan banyak pula diantara mereka yang bekerja sebagai penyiar di sebuah radio siaran swasta.
Apakah banyaknya penyiar sekarang ini, mencerminkan banyaknya broadcaster di Indonesia?? Jawabannya belum tentu. Seorang broadcaster bukan hanya dituntut mampu secara teknis, tapi juga bisa memahami gejala-gejala pasar yang ada.

Di Jogja misalnya, Yogyakarta adalah kota yang sangat spesifik, sehingga tidak selamanya gaya siaran serta pola acara dinamis seperti di kota-kota lain berlaku. Hal ini bisa dibuktikan dengan arus penduduk di Yogyakarta yang setiap tahun berubah (ada sarjana yang keluar dari kota Jogja dan ada pula lulusan SMP yang mencoba masuk di SMA di Jogja). Pola siaran dan program radio perlu dibuat cukup kuat dan tidak perlu berubah-ubah layaknya di kota besar lainnya. Hal ini bertujuan untuk membuat sebuah citra terhadap radio yang bersangkutan (pada umumnya) dan khususnya program acara tersebut.
Kejadian-kejadian di saat sekarang adalah dengan banyaknya lulusan dari sekolah broadcast di Yogyakarta, banyak pula orang yang “merasa tahu” tentang dunia broadcast. Bermodalkan dasar teori-teori broadcast yang diajarkan, mereka merubah program sesuai dengan yang mereka ingin kan, bukan yang diinginkan oleh pasar.
Hal ini tentunya sangat riskan sekali bagi stasiun radio yang bersangkutan, dengan tidak stabilnya sebuah program acara, menjadikan radio tersebut kehilangan citra di telinga pendengarnya. Bisa jadi radio yang tadinya memiliki rating tinggi, menjadi menurun ratingnya.
Mungkinkah ini menunjukkan gejala-gejala “generasi instan” mulai merambah dunia broadcast? entahlah… semoga saja tidak. Banyaknya penyiar-penyiar baru di Jogja semoga bisa menjadikan keberlanjutan sebuah dunia radio yang asik, unik serta kreatif.

NB :Tulisan ini dibuat tanpa maksud menyinggung siapapun.

Terusin Bacanya......

off the mike on the blog


Dunia Radio Siaran adalah sumber nafkah saya selama lebih dari 13 tahun terakhir. Berangkat dari keinginan berbagi lahirlah blog ini. Disini saya menyimpan semua pengalaman, ide-ide dan hasil karya saya di dunia radio. Saya hanya ingin agar pengalaman saya ini tidak terbuang sia-sia. Semoga akan ada manfaatnya bagi orang lain yang punya minat sama. Bismillah!



Si saya ini adalah seorang jurnalis dan penyiar radio. Sempat siaran di salah satu radio di Jakarta sebelum akhirnya cabut ke Singapura dan bekerja di sebuah stasiun radio internasional hingga kini. Si saya ini juga seorang ‘gila blog’. Sejauh ini dia sudah punya empat blog (itupun yang berani diakuinya hehe..) termasuk yang sedang anda baca ini. Si saya ini juga suka menyebut dirinya seorang penulis dan lebih suka lagi menyebut dirinya sebagai seorang pemimpi. Pemimpi yang teramat kronis
Salam,
Saya alias JaF alias Rane



Terusin Bacanya......
 

Home | Blogging Tips | Blogspot HTML | Make Money | Payment | PTC Review

zeinsation © Template Design by Herro | Publisher : Templatemu