Penyiar VS Broadcaster
Dewasa ini banyak sekali sekolah-sekolah yang mengarah pada bidang broadcasting, radio khususnya. Banyak sekali wisudawan-wisudawati yang telah lulus dari sekolah tersebut, dan banyak pula diantara mereka yang bekerja sebagai penyiar di sebuah radio siaran swasta.
Apakah banyaknya penyiar sekarang ini, mencerminkan banyaknya broadcaster di Indonesia?? Jawabannya belum tentu. Seorang broadcaster bukan hanya dituntut mampu secara teknis, tapi juga bisa memahami gejala-gejala pasar yang ada.
Di Jogja misalnya, Yogyakarta adalah kota yang sangat spesifik, sehingga tidak selamanya gaya siaran serta pola acara dinamis seperti di kota-kota lain berlaku. Hal ini bisa dibuktikan dengan arus penduduk di Yogyakarta yang setiap tahun berubah (ada sarjana yang keluar dari kota Jogja dan ada pula lulusan SMP yang mencoba masuk di SMA di Jogja). Pola siaran dan program radio perlu dibuat cukup kuat dan tidak perlu berubah-ubah layaknya di kota besar lainnya. Hal ini bertujuan untuk membuat sebuah citra terhadap radio yang bersangkutan (pada umumnya) dan khususnya program acara tersebut.
Kejadian-kejadian di saat sekarang adalah dengan banyaknya lulusan dari sekolah broadcast di Yogyakarta, banyak pula orang yang “merasa tahu” tentang dunia broadcast. Bermodalkan dasar teori-teori broadcast yang diajarkan, mereka merubah program sesuai dengan yang mereka ingin kan, bukan yang diinginkan oleh pasar.
Hal ini tentunya sangat riskan sekali bagi stasiun radio yang bersangkutan, dengan tidak stabilnya sebuah program acara, menjadikan radio tersebut kehilangan citra di telinga pendengarnya. Bisa jadi radio yang tadinya memiliki rating tinggi, menjadi menurun ratingnya.
Mungkinkah ini menunjukkan gejala-gejala “generasi instan” mulai merambah dunia broadcast? entahlah… semoga saja tidak. Banyaknya penyiar-penyiar baru di Jogja semoga bisa menjadikan keberlanjutan sebuah dunia radio yang asik, unik serta kreatif.
NB :Tulisan ini dibuat tanpa maksud menyinggung siapapun.
About me


Bagai sebutir PASIR di pinggir pantai, itulah saya jika dibandingkan dengan blogger yang ternama. Dari internet saya masih belum bisa membeli rumah ataupun mobil, ataupun memiliki tabungan yang banyak. Tetapi dari internet saya mendapat banyak pengetahuan. Dan saya akan terus belajar dari siapapun, dan sekaligus akan berbagi bagi siapapun yang mau. Saya, ,